CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 17:45 WIB
Pesawat Misterius di PTDI. (Detikcom/Wisma Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berencana mengalihfungsikan dua unit pesawat misterius nan telah telantar di area akomodasi mereka sejak tahun 2005.
Jika tetap tidak ada pihak nan menyatakan kepemilikannya, dua buntang jet tersebut bakal diambil alih secara norma untuk disulap menjadi wahana edukasi alias edutainment serta media promosi.
Hingga kini, perusahaan dirgantara pelat merah tersebut tetap terus mencari pemilik sah dari dua pesawat jenis Boeing 737-200 dengan nomor registrasi PK-IJI (MSN-22125) dan PK-IJJ (MSN-22130). Kedua burung besi tersebut tercatat sudah terparkir tanpa kejelasan status selama lebih dari dua dekade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajemen PTDI menegaskan telah menempuh beragam langkah untuk melacak jejak kepemilikan armada tersebut. Serangkaian upaya nan telah dilakukan seperti mendatangi instansi PT ANI nan saat ini tercatat telah berganti nama.
PTDI juga sudah memanggil kurator dari PT Bouraq, meskipun maskapai swasta tersebut telah lama dinyatakan pailit.
Selain itu, ada koordinasi juga dengan PT PAN, sebuah perusahaan BUMN nan telah diobligasikan. PTDI juga menyebarkan pengumuman terbuka secara masif melalui beragam platform media sosial.
Manager Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PTDI, Adi Prastowo, menyatakan bahwa pihaknya tidak bakal membiarkan aset tersebut terbengkalai tanpa status. Jalur norma umum siap ditempuh untuk melegalkan status kepemilikan oleh PTDI.
"Setelah kami menempuh jalur legal dan seluruh unsur hukumnya terpenuhi, maka kedua pesawat ini bakal sepenuhnya berada di bawah kendali PTDI untuk kepentingan nan positif," ujar Adi, seperti dilansir Detik, Rabu (10/6).
Adi membeberkan bahwa dua unit Boeing 737-200 tersebut dulunya merupakan armada kargo komersial nan dioperasikan oleh maskapai Bouraq, bukan pesawat pengangkut penumpang.
Saat ini, kondisi bentuk kedua pesawat misterius tersebut sudah tidak lagi utuh lantaran hanya menyisakan bagian badan, sementara komponen mesinnya sudah lenyap total.
Melihat kondisi tersebut, PTDI menilai alih kegunaan menjadi sarana edukasi interaktif adalah opsi nan paling tepat dan berbobot guna.
"Selanjutnya ada beberapa opsi, bisa dijadikan media promosi alias salah satu wahana edutainment PTDI. Karena tinggal badan tanpa mesin, ini sangat cocok dijadikan sarana edukasi agar bisa lebih berfaedah bagi masyarakat luas," pungkas Adi.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·