1 Juta Turis Asing Melancong Ke Ri, Paling Banyak Dari Malaysia

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah visitor mancanegara nan berjamu diawal tahun mengalami kenaikan. Angka kunjungan visitor mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan, alias naik 10,50% dibanding Maret 2025.

"Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada triwiulan I 2026 mencapai US$ 1.345,61, dengan rata-rata lama tinggal 10,84 malam," ungkap Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Secara kumulatif, pada periode Januari-Maret 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,44 juta kunjungan, alias sekitar 8,62% lebih tinggi dibanding periode nan sama tahun 2025 (c-to-c).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan kebangsaan, wisman berkebangsaan Malaysia tetap menduduki ranking pertama nan berjamu ke Indonesia pada Maret 2026, sebesar 186,53 ribu kunjungan (17,14%), diikuti oleh Australia 130,72 ribu kunjungan (12,01%), dan Singapura 102,82 ribu kunjungan (9,45%).

BPS juga mencatat adanya kenaikan visitor berkebangsaan India nan berjamu ke Indonesia, khususnya Bali. Jumlah kunjungan visitor berkebangsaan India pada Januari-Maret 2026 tercatat 157,10 ribu kunjungan, naik 3,90% dibandingkan Januari-Maret 2025 (c-to-c).

Secara bulanan, jumlah kunjungan visitor berkebangsaan India mencapai 53,80 ribu kunjungan pada Maret 2026, naik 1,26% dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m). Wisatawan tersebut rata-rata menghabiskan waktu di Indonesia selama 7,02 malam.

"Pada Maret 2026, total kunjungan visitor asal India ke Indonesia tercatat sejumlah 53,80 ribu kunjungan, dan sebagian besar masuk melalui bandar udara Ngurah Rai, sebesar 42,46 ribu kunjungan alias 78,92% dari total visitor asal India nan masuk ke Indonesia," ungkap Amalia.

Share visitor asal India sendiri pada Maret 2026 tercatat 4,94% dari seluruh visitor mancanegara ke Indonesia.

BPS juga mencatat jumlah visitor nusantara (wisnus) melonjak signifikan pada awal tahun 2026. Kondisi ini didorong oleh momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Berdarakan laporan BPS, jumlah perjalanan wisnus secara kumulatif mencapai 319,51 juta perjalanan pada periode Januari-Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat 13,14% dibandingkan periode nan sama tahun lalu.

"Jumlah perjalanan wisnus hingga Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan. Angka ini meningkat sebesar 13,14% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya (c-to-c),"

Secara bulanan, jumlah perjalanan wisnus pada bulan Maret 2026 mencapai 126,34 juta perjalanan. Angka ini naik 38,63% dibandingkan Februari 2026 (m-to-m) dan meningkat 42,10% dibandingkan Maret 2025 (y-on-y).

Amalia menjelaskan, kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026. Pemerintah sebelumnya menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026.

Pada periode arus mudik (H-8 hingga H+2), mobilitas keberangkatan wisnus mencapai 62,84 juta pergerakan, lebih tinggi dibandingkan periode nan sama pada 2025 sebesar 57,57 juta pergerakan.

Sementara itu, pada periode arus kembali (H+3 hingga H+10), mobilitas kepulangan wisnus tercatat mencapai 53,85 juta pergerakan, meningkat dibandingkan 48,47 juta pergerakan pada 2025.

(acd/acd)

Sumber finance